|
Some of the following must be:
1. Batik cloth washing, use a liquid with special shampoo or hair that has been in the water dilute. Never use detergent. Is not the way with it in the scrub. Batik if not too dirty, wash it with warm water. If exposed to stains, get rid of the orange peel. 2. After the wash, up on the hanger and dry in the sun in the shade in place. Do not squeeze. During season, pull the fabric edge so that the fiber terlipat again and again ready. Once dry, do not menyetrikanya directly, but first be coated with a cloth. Select the low temperature heat, especially when batiknya made of silk material. 3. Done in the iron, keep it in plastic to prevent moth-eaten. Do not use camphor, because the solid is too loud to be harmful to the fabric. Moth can also be expelled or to put pepper in a pepper pack, or the fragrant root of the already hot water washed and dried.
(from various sources)
============================================================================ kebaya modern ** Indonesia Version Tips Merawat Batik Beberapa hal berikut sewajibnya diperhatikan: Mencuci kain batik, gunakan cairan khusus atau dengan shampo rambut yang telah di encerkan dengan air. Jangan sekali-kali menggunakan detergen. Cara mencucinya pun jangan di gosok. Jika batik tidak terlalu kotor, cuci saja dengan air hangat. Jika terkena noda, hilangkan dengan kulit jeruk. Setelah di cuci, gantungkan pada hanger dan di jemur di tempat yang teduh. Jangan di peras. Saat menjemur, tarik tepian kain agar serat yang terlipat kembali sedia kala. Setelah kering, jangan menyetrikanya secara langsung, melainkan dilapisi dulu dengan kain. Pilih suhu panas paling rendah, terutama bila batiknya terbuat dari bahan sutera. Selesai di setrika, simpan dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jangan gunakan kapur barus, karena zat padat ini terlalu keras hingga bisa merusak kain. Ngengat juga bisa diusir dengan menaruh lada atau merica dalam bungkusan, atau akar wangi yang sudah dicuci air panas dan dikeringkan. (dari berbagai sumber)
|